Minggu, 10 Februari 2013

Perbedaan Ikebana dan Flower Arrangement


Seni merangkai bunga tradisional (kado/ jalan kehidupan bunga) di Jepang disebut IKEBANA.Menguasai seni Ikebana terkait dengan mempelajari seni tradisi yang secara historis diwajibkan bagi wanita Jepang.
Hal ini khususnya berlaku bagi wanita muda yang belum menikah. Menguasai ilmu ikebana tidak hanya berarti menguasai ilmu untuk menghias ruang tetapi juga merupakan persiapan sikap yang baik untuk sebuah pernikahan. . Sebagian wanita yang dibesarkan di keluarga yang berkecukupan atau pun kelas atas biasanya mempelajari Seni Ikebana yang juga dipandang sebagai symbol ‘wanita yang sesungguhnya’.
Akhir-akhir ini kepopuleran Ikebana menurun di kalangan para gadis kecuali mereka yang tetap meminati seni tradisi Jepang. Sebagian gadis muda ini beranggapan bahwa seni Ikebana adalah seni tradisi yang bersifat feodal. Alih-alih mepelajari Ikebana, mereka lebih tertarik pada "flower arrangement" seni merangkai bunga kontemporer bergaya Eropa atau pun Amerika. Dalam pesta atau pun upacara pemakaman, mereka tidak menggunakan rangkaian bunga Ikebana melainkan rangkaian bunga kontemporer.
Teknik merangkai Ikebana hanya menggunakan bunga/tanaman segar. Dalam Ikebana, bunga, ranting, batang merupakan bagian yang penting dari sebuah rangkaian. Bahkan rekahan bunga nya pun memiliki arti yang khusus. Bunga yang merekah penuh melambangkan masa lalu dan bunga yang setengah merekah melambangkan saat ini sementara kuncup bunga merupakan lambang dari masa depan.
"Ikebana" memiliki teknik merangkai berbeda dibandingkan dengan teknik flower arrangement . Hasil teknik penyusunan ini jelas tampak dalam penampilannya. Seperti juga hal-hal mendasar lainnya di Jepang, seni merangkai bunga Ikebana bukan hanya elemen keindahan, tetapi memiliki filosofi yang mendalam. Rangkaian eksotis yang berawal dari persembahan di kuil Buddha di abad ke-10, (walau ada sumber yang menyebutkan jika Ikebana dikenal di Jepang sejak abad ke-6) ini memiliki berbagai aliran dalam perkembangan selanjutnya.
Masing-masing aliran ikebana memiliki cara tersendiri dalam merangkai berbagai jenis bunga. Aliran tertentu mengharuskan rangkaian bunga harus dipandang tepat dari bagian depan, sedangkan aliran lain mengharuskan rangkaian bunga tiga dimensi hanya tampak sebagai dua dimensi saja. Orang Jepang memandang bahwa asimetris merupakan refleksi dari alam. Jumlah bunga rangkaian Ikebana tampil asimetris. Kesimetrisan merupakan hal yang dianggap stagnan.
Sebagai perbandingan, bunga yang dirangkai dengan teknik flower arrangement terlihat sama indahnya dari berbagai sudut pandang secara tiga dimensi dan tidak perlu harus dilihat khusus dari bagian depan.
Seni merangkai bunga dari Barat (flower arrangement) bersifat dekoratif, sementara Ikebana berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk linier, ritme dan warna. Ikebana tidak mementingkan keindahan bunga tapi pada aspek pengaturannya menurut garis linier. Bentuk-bentuk dalam Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit, bumi, dan manusia. Hal yang sangat jelas terlihat pada Ikebana adalah rangkaian yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan flower arrangement..
Peralatan Ikebana
Perbedaan peralatan yang digunakan dalam Ikebana dibandingakan dengan seni merangkai bunga kontemporer adalah penggunaan "KENZAN" yang terbuat dari besi pemberat berpaku untuk mencucukkan bunga. Peralatan khusus ini tidak untuk ‘sekali pakai-buang’seperti OASIS –busa yang kerap digunakan dalam flower arrangement.. Cara penggunaan KENZAN cukup sulit, sementara Oasis yang ringan jauh lebih mudah untuk digunakan. Perbedaan mencolok juga ada pada vas bunga.
Ada aliran dalam Ikebana yang mengharuskan penggunaan vas tinggi atau vas rendah bermulut lebar. Bahan vas yang digunakan pun beragam, vas besi digunakan di musim dingin sementara gerabah digunakan di musim semi dan musim gugur sedangkan bahan anyaman digunakan di musim panas.
DSN – saduran dari berbagai sumber
Sumber:  http://www.jpf.or.id/artikel/budaya/perbedaan-ikebana-dan-flower-arrangement

0 komentar:

Poskan Komentar